8 Hal yang Lebih Sering Kita Bincangkan dalam Diam

Baru bareng orang ini ucapan-ucapan jadi kehilangan tajinya. Cerita panjang lebar tidak mesti tidak jarang kali ada dalam hubungan kalian berdua. Saat mata saling menemukan, atau tangan bertaut nyaman — di situ terdapat percik-percik baru percakapan.

Kamu dapat tertawa geli saat menyimak ini.

‘Apa-apaan?’, pikirmu. Iseng sekali gadis yang sekitar ini mendampingimu.

Buat anda diam memang jadi riuh yang baru. Semua rasa sudah dapat tertransfer dalam lirik dan rengkuh hangat. Sebenarnya ucapan-ucapan tak butuh lagi berjingkat. Namun biarkan kali ini Agen Bola Indonesia Resmi Terbaik Terbaru 2019 membuatnya terbaca, supaya kian lekat.

1. Saya tidak jarang kali suka melihatmu mengacak poni ketika sedang gemas sekali. Sejujurnya saya merasa disayang sebab ini

8 Hal yang Lebih Sering Kita Bincangkan dalam Diam

8 Hal yang Lebih Sering Kita Bincangkan dalam Diam

Ada rasa disukai setiap anda menangkis seluruh ucapan saya dengan acakan di kepala. Dalam bahasa tubuhmu terdapat kalimat panjang: “Ssssst…diam. Kamu ini bentrok sekali, namun lucu.” Sesekali saya sengaja memancing kekesalanmu. Bukannya hendak melihatmu marah — melulu saja saya merasa tindakanmu ini sarat cinta dan paling lucu.

2. Kamu memang tidak pernah bertanya apakah saya inginkan dijemput atau diantar. Namun kesungguhan tampak dari kesigapanmu pasang badan

Kamu tidak pernah memanjakan saya dengan pertanyaan hari ini inginkan diantar ke mana. Apakah saya butuh dijemput sepulang beraktivitas kemudian kita santap malam bersama. Selama ini saya tidak pernah membuka pembicaraan tentang apa yang jadi alasannya. Namun rasa-rasanya kamu melulu tidak inginkan cinta menciptakan kita kehilangan kemandirian yang sekitar ini ada.

Namun kesungguhanmu tetap tampak dari kesigapan pasang badan. Setiap saya meminta bantuan, anda selalu membuat kesempatan. Sesungguhnya loyalitasmu tak butuh dipertanyakan.

3. Masa depan berdua tidak pernah jadi topik pembicaraan manis kita. Kamu, justeru mengajak saya menyiapkannya

Hubungan yang sarat dengan kata, ‘Seandainya….’ telah lewat masanya. Kamu tidak lagi mengisi otak saya dengan iming-iming manis khas remaja. Jarang sekali kita mengobrol tentang bayang-bayang jadi suami dan istri nanti. Namun anda tidak menampik waktu tirai cokelat di kamarmu berubah jadi fuschia sebab pilihan saya. Alasanmu sih melulu karena malas berdebat saja. Tapi untuk saya, ini bermakna.

4. Bagi ruang lapang saat anda mengenalkan kegemaran yang membuatmu tetap waras jadi manusia. Di situ saya merasa diterima

Tidak gampang membuka diri pada orang baru dan tidak mempedulikan dia menyaksikan versi sangat jujur dari dirimu. Buatmu, ini terlukis dari bagaimana anda membiarkan saya menginjak sisi sangat personalmu.

Kamu mengijinkan saya melihatmu iseng bermain. Walau katamu permainanmu melulu untuk sekadar melemparkan penat dan jauh dari ahli, bikin saya tersebut sudah jadi format penghargaan tinggi. Tidak seluruh orang mau membuka diri semudah ini. Bagi itu, saya rasa anda perlu mendapat salutation dengan mengusung topi.

5. Kita tidak pernah suka ketika harus terpisah lama. Namun kita pun sama- sama paham bahwa ini memang prosesnya

Jika boleh memilih, jelas anda akan memencet tombol vote pada hubungan yang tidak jarang kali bisa bareng setiap waktu. Pada ikatan yang tak butuh jeda berminggu-minggu.

Sebab saling mendekap di akhir hari menciptakan semua beban jadi lebih enteng dijalani.

Walau tak pernah membahasnya lama anda sama-sama tahu bahwa ini memang prosesnya. Dari jeda ini kita disusun jadi 2 insan dewasa. Bagi itu, bahwasannya kita harus bersyukur alih-alih menggerutu lama. Toh ketika bertemu nanti bakal ada tidak sedikit cerita — jeda terlampau berharga guna dikutuk keberadaaannya.

6. Rasa-rasanya seluruh debar dapat menguar lewat pori-pori. Peluk dan rengkuh ialah penawar di ujung hari

Tentu ini bukan hanya soal hubungan jasmani saja. Untuk kita, bercumbu atau membuka baju selalu dapat menunggu. Sebab anda lebih dari seluruh itu. Hanya saja anda memang pengertian ‘Klik’ dalam sekian banyak sisi. Dalam sekian banyak sentuh kasual anda selalu sukses membuat saya berdebar. Bagi itu, kadang saya merasa Tuhan baik sekali pada Hamba macam saya yang masih tidak jarang tidak menurut keterangan dari dan nakal.

7. Masa kemudian buat anda sudah berakhir masanya. Sesekali anda saling bertanya — tetapi tak punya minat menguliknya lama

Wajar kan andai saya hendak tahu siapa yang sebelumnya sukses memenangkan hatimu? Kamu juga menyimpan rasa penasaran itu. Sesekali anda akan saling iseng bertanya tentang mengapa hubungan sebelumnya berakhir. Lalu mengapa di ikatan yang baru ini anda sama-sama merasa dapat jadi yang terakhir.

Masa lalu bikin kita melulu satu tahap yang telah berlalu. Membincangkannya jadi bukti bahwa anda memang telah seterbuka itu. Tapi ini tak pernah jadi pemantik pembicaraan yang mencipta sembilu.

8. Kita jelas pasrah pada semesta. Namun bahwasannya ada harap anda jadi tanda titik yang menyelesaikan pertanyaan sederhana: “Setelah ini — apa?”

Kita telah terlalu lelah guna jadi orang yang merasa sok tahu dapat mengatur segalanya. Karena sebetulnya semesta telah punya jalan terbaiknya. Namun diam-diam kali ini kita mengemukakan permohonan yang sama. Barangkali doa kita tidak jarang bertemu di tengah lintasan mengarah ke padaNya.

“Jika terdapat tanda titik yang membalas pertanyaan sangat standar ‘Selepas ini — apa?’ Tolong, ijinkan dia jadi pilihan satu-satunya. Hidup terasa bearable andai dihadapi bersamanya.”

Hal-hal ini memang tak pernah anda bicarakan. Saya hanya bercita-cita getar yang sama pun anda rasakan. Dalam tiap tatap dan sergap, bahwasannya sudah lebih tidak sedikit rasa yang terungkap.

Semoga malam ini anda tidur hangat. Meski anda tidak berbagi dekap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *